KEWIRAUSAHAAN
KEUANGAN ENTREPRENEURIAL

DI SUSUN OLEH
1. MA’RUF ( 1715099 )
2. Surya Dharma D.P.A (1715114)
KEUANGAN ENTREPRENEURIAL
PENDAHULUAN
MA'RUF MAHMUD Seorang wirausaha perlu memahami penyusunan rencana keuangan dan
pengelolaan arus kas agar bisnis yang di jalankanya dapat berjalan dengan baik,terencana,dan mengurangi resiko kegagalan bisnis.dengan memahami laporan keuangan dasar,wirausaha dapat merencanakan laba yang di inginkan dan mengelolah keuangan perusahaan dengan lebih terarah .
MA'RUF MAHMUD Seorang wirausaha perlu memahami penyusunan rencana keuangan dan
pengelolaan arus kas agar bisnis yang di jalankanya dapat berjalan dengan baik,terencana,dan mengurangi resiko kegagalan bisnis.dengan memahami laporan keuangan dasar,wirausaha dapat merencanakan laba yang di inginkan dan mengelolah keuangan perusahaan dengan lebih terarah .
Salah satu hal penting yang harus
di perhatikan dalam menjalankan bisnis adalah mengenai pengelolaan aris kas
agar wirausaha tidak mengalami kekurangan uang kas atau uang tunai untuk
kegiatan operasional prusahaan untuk sehari hari. Banyak perusahaan yang
berhasil mencapai laba yang tinggi,namun pada akhirnya mengalami kegagalan
karena mengalami kekurangan kas .Hal tersebut disebabkan laba tidak selalu
berupa uang tunai yang digunakan setiap saat untuk kegiatan peeusahaan.
Pada dasarnya laba berbeda dengan
arus kas.Laba mencerminkan keadaan total pendapatan yang lebih besardaripada
total pengeluaran,sedangkan arus kas mencerminkan aliran uang kas yang masuk
dan uang yang keluardari laporan arus kas,kita dapat mengetahui uang kas atau
uang tunai yang benar benar ada atau yang tersedia dalam perusahaan.
Wirausaha membutuhkan modal dalam
menjalankan kegiatan bisnisnya.Mengumpulkan uang sebagai modal usaha selalu
menjadi tantangan bagi wirausaha.Untuk menjadi wirausaha yang berhasil
seseorang harus ahli dalam menggalangan
dana dan menargetkan sumber dana tertentu yang paling sesuai dengan
kebutuhan pembiyaan.
Laporan sumber dan penggunaan
dana merupakan satu dokumen yang memuat kebutuhan dana perusahaan ,sumber untuk
memperoleh dana,dan penggunaan dana ( barringer,2008)
Pada umumnya ,dana berasl dari
pendiri atau timmanajemen awal yang mendirikan perusahaan tersebut,namun juga
dapat berasalan dari investor awal,seperti keluarga,atau angel investor.
LAPORAN KEUANGAN DASAR
Ada tiga jenis laporan keuangan
dasar yang perlu di pahami oleh seseorang
wirausaha mernurut Zimmererdan
scarborough adalah sebagai berikut:
1. NERACA
Neraca adalah gambaran singkat
mengenai posisi keuangan perusahaan,yang menunjukan kepada pemilik perusahaan
mengenai nilai perusahaanya pada waktu tertentu.neraca terdiri dari dua bagian
utam yaitu aktiva(asset) dan pasiva
(kewajiban dan ekuiotas).
2. LAPORAN LABA-RUGI
Lapoaran laba rugi adalah
membandingkan pengeluaran terhadap pendapatan selama satu periode waktu untuk
menunjukan laba atau rgi bersihnya .Untuk menghitung laba atau ruigi
bersih,wirausaha mencatat semua
penerimaan (baik penjualan tunai maupun kredit) dikurangi dengan harga
pokok penjualan (persedian awal ditambah pembelian dikurangin persediaan
akhir), sehingga di dapat niali laba rugikotornya ,kemudian laba kotor tersebut
di kurangi lagi dengan biaya operasional ,biaya umum,biaya lain lain
lain,bunga,pajak,sehingga akhirnya di dapat nilai laba atau rugi bersihnya.
3. LAPORAN ARUS KAS
laporan arus kas menujukan perubahan modal
kerja perusahaan dari awal tahun dengan mendaftar sumber sumber dana dan
penggunaan berbagai dana tersebut.laporaan arus kaa ini mencakup arus kas dari
kegiatan operasi,kegiatan investasi dan kegiatan pembiayaaan.
Untuk membuat laporan arus kas wirausaha
menambahkan laba bersih pada suatu periode ( di ambil dari laporan laba rugi
)dengan sumber sumber dana perusahaan (dana pinjaman,penurunan piutan,penurunan
persediaan,penyusutan dan lain lain).Kemudian pemilik menguranginya dengan
penggunaan dari dana dana tersebut (pembelian peralatan,pembagian
deviden,pembayaran utang,peningkatan piutang dagang,pengurangan utang
dagang,peningkatan persediaan,dan lain lain).
PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN
PROYEKSI laporan atau laporan pro
forma menunjukan perkiraan posisi keuangan perusahaan sampai periode
tertentu,sehingga dapat di gunakan untuk
meningkatkan kekuatan keuangan dan pertumbuhan perusahaan yang sehat.penyusunan
laporan proyeksi keuangan dapat membatu wirausaha dalam menentukan jumlah asset
yang di butuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan dan dapat juga untuk
menarik para investor.
Adapun laporan proyeksi keuangan
yang perlu di buat oleh seorang wirausaha adalah ( Hisrich,petters,&
shepherd,2008)
1. LAPORAN LABA RUGI PRO FORMA
Laporan laba rugi pro forma menggambarkan
perkiraan laba bersih yang di hiutung dari perkiraan pendapatan dikurangi perkiraan biaya dan beban operasional
perusahaan .
Dalam menyusun laporan laba rugi
wirausaha mempunyai dua pilihan yaitu :mntusun ramalan pnjualan dan bekerja
untuk mewujudkannya atau menetapkan sasaran laba dan bekerja untuk meraihnya.
2. LAPORAN ARUS KAS PRO FORMA
Laporan arus kas pro forma menggambarkan
perkiraan uang kas yang masuk dan uang kas yang keluar dalam kegiatan
opearsional perusahaan.
3. NERACA PRO FORMA
Neraca pro forma menggambarkan asset dan
kewajiban awal perusahaan.untuk membuat neraca pro forma yang baik,wirausaha
harus membuat daftar setiap jenis asetyang diperlukan oleh perusahaan dan juga
mencatat semua kewajiban perusahaan yang muncul akibat pengadaan asset.
ANALISIS RASIO
analisis rasio
merupakan metodeyang mengatakan hubungan antara dua elemen akutansi dalam
laportan keuangan yang memungkinkan
pemilik bisnis untuk menganalisis
kinerja keuangan perusahaanya.
Ada empat jenis rasio keuangan
yang utama yaitu:( Zimmerer & scarborough,2008)
1. RASIO LIKUIDITAS
Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menutup kewajiban jangka pendeknya
ketika jatuh tempo.
Ukuran rasio likuiditas yang
utama yaitu
a. rasio lancar
mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban dengan asset lancer . untuk menjaga tingkat modal kerja
cukup,maka perusahaan paling tidak memiliki rasio lancar. Semakin tinggi rasio
lancar semakin kuat pula posisi keuangan perusahaan ,walau dengan
rasio lancar yang tinggi tidak menjamin bahwa asset telah digunakan secara
menguntungkan 
b. rasio cepat
mengukur likuiditas perusahaan
dengan cara membandingkan asset paling lancar dengan utang lancarnya.rasio ini juga mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar utang lancarnya jika pejualannya tiba tiba berhenti beroperasi .Rasio
cepat lebih besar dari 1:1 menunjukan bahwa kondisi keamanan keuangan
perusahaan sangat aman .

2. RASIO UTANG
RASIO utang
menunjukan sejauh mana seorang wirausaha bergantung pada modal utang yang
digunakan untuk membiyai beban operasi,pembelian modal dan biaya perlunasan .
Ukuran rasio utang yang utama
yaitu:
a. rasio utang, menunjukan presentase total asset yang didanai oleh
kreditor di bandingkan dengan yang di danai oleh pemilik.semakin tinggi rasio
utang atas asset,menunjukan tingginya risiko bagi pemberi pinjaman dan kreditor
jika terjadi masalah dalam perusahaan.
Rasio utang = total utang(
kewajiban)
Total Aset
b.rasio utang terhadap ekuitas,mengukur kemampuan perusahaan
untuk menutup kewajibanya terhadap kreditor dan pemilik apabila terjadi
likuidasi.apabila rasio utangterhadap ekuitas (nilai bersih) nya mendekati 1:1
maka kepentingan kreditor terhadap bisnis ini mendekati kepentingan pemiliknya
.jika rasionya lebih besar dari 1:1 maka kepentingan kreditor terhadap bisnis
ini lebih besar daripada pemiliknya,yang berarti bisnis ini kekurangan modal.
Rasio utang terhadap ekuitas= Total
utang ( kewajiban)
Nilai bersih yang berwujud
c. rasio bunga terhadap laba,mengukur kemampuan perusahaan
untuk membayar bunga untuk membayar pinjaman yang di ambilnya.rasio yang tinggi
menunjukan bahwa perusahaan tidak mengalami kesukaran dalam membayar bunga atas
pinjamanya.Banyak kreditor yang menginginkan agar rasio ini paling rendah 4:1
sebelum menyatakan bahwa perusahaan mempunyai risiko kredit yang baik.
Rasio Bunga atas Laba = Pendapatan
sebelum Bunga dan Pajak
Total Pengeluaran Bunga
3. RASIO OPERASI
Rasio operasi,menunjukan kinerja
keseluruhan dari suatu perusahaan dan menunjukan efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan sumber dayanya
Ukuran rasio operasi yang utama :
a. Rasio Putaran Persediaan Rata rata,mengukur beberapa kali
persediaan rata rata perusahaan habis terjual selama periode akuntasi.Rasio
putaran persediaan di atas rata rata ,persediaan menunjukan perusadiaan
berlebih,perusahaan mempunyai persediaan yang sehat,dapat dijual dan likuid.sebaliknya jika di bawah rata rata menunjukan persediaan
tidak mudah di cairkan ,persediaan berlebih,barang dagangan kadaluwarsa,dan
prosedur pembelian yang buruk.
Rasio Putaran Persediaan rata
rata = Harga Pokok Penjualan
Persediaan rata rata
b. Rasio umur piutang rata rata,mengukur rata rata, jumlah hari
yang di perlukan perusahaan untuk menagih piutang dagangnya. Rasio umur piutang
rata rata di atas persyaratan kredit perusahaan,menunjukan prosedur penagihan
piutang yag buruk,yang dapat mengakibatkan perusahaan mengalami krisis
keuangan.
Rasio Umur Piutang Rata rata = jumlah
Hari Dalam Periode Akutansi
Rasio
putaran Dagang
Dimana
Rasio putaran dagang = Penjualan Kredit
Piutang Dagang
c. Rasio umur Utang Rata Rata,mengukur rata rata jumlah hari yang
di perlukkan perusahaan untuk membayar utang dagangnya.jika rasio utang rata
ratadi atas persyaratan kredit yang di berikan pemasok,menunjukan
perusahaanmenderita kekurangan uang tunai
rasio Umur Utang Rata Rata = Pembelian
Utang Dagang
d. Rasio Penjualan Bersih Terhadap Total Aset,mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan penjualan jika di kaitkan dengan asetnya.Rasio
yang tinggi menunjukan tingkat asset yang tidakcukup untuk mempertahankan
tingkat penjualan yang tepat dan menempatkan para kreditor lebih rentan.
Rasio Perputaran Aset Total = Penjualan bersih
Penjualan Total Bersih
4. RASIO PROFITABILITAS
Rasio profitabilitas menunjukan
efisiensi pengelolaan perusahaan
atau keberhasilan perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya.
Ukuran profitabilitas yang utama
:
a.Rasio laba bersih atas penjualan, mengukur laba perusahaan persatuan
mata uang penjualan. Apabila rasio ini masih di bawah rata-rata industry, maka
pemilik bisnis harus memeriksa laba kotor dan mencermati pengeluaran
oprasionalnya, sehingga dapat dicari sumber permasalahan yang menyebabkan
rasionya kecil.
Laba Bessih atas Penjualan = Laba Bersih
Penjualan Bersih
b. Rasio laba bersih terhadap
aset, mengukur berapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan dari setiap satuan
mata uang aset yang dimilikinya. Rasio yang berada di bawah rata-rata industry
menunjukan bahwa perusahaan tidak menggunakan asetnya secara efisien untuk
menghasilkan laba.
Rasio Laba Bersih atas Aset = Laba Bersih
Aset Total
c. Rasio laba bersih terhadap
ekuitas, mengukur tingkat pengembalian atas investasi (ROI) pemilik. Rasio ini
membandingkan laba yang diperoleh selama satu periode akuntansi dengan besarnya
investasi pamilik pada perusahaan. Jika tingkat hasil pada rasio ini terlalu
kecil, sebagian dari modal mungkin lebih baik dimanfaatkan atau diinvestasikan
di tempat lain.
Rasio Laba Bersih atas
Ekuitas = Laba Bersih
Ekuitas (atau nilai bersih)
ANALISIS TITIK IMPAS
Analisis titik impas
menggambarkan keadaan perusahaan dalam keadaan tidak mengalami kerugian maupun
tidak mendapat keuntungan. Analisis titik impas digunakan untuk menentukan
jumlah penjualan minimum (baik dalam satuan mata uang maupun unit produksi)
untuk menghasilkan laba.
Langkah-langkah untuk menghitung
titik impas: (Zimmerer & Scaborough, 2008)
1. Tentukan
biaya tetap dan biaya variabel yang diperkirakan akan dikeluarkan oleh
perusahaan.
2. Hitung
rasio biaya variabel terhadap penjualan bersih.
3. Hitung
titik impas (dalam satuan mata uang) ke dalam rumus:
Titik Impas Penjualan = Total Biaya Tetap
Margin
Kontribusi dalam
Satuan
Persentase Penjualan
Margin Kontribusi dalam
Persentase penjualan = 1- Biaya Varibel
Penjualan
4. Apabila kita ingin menambahkan
laba, maka rumusnya menjadi:
Titik Impas Penjualan = Total Biaya Tetap + Laba Bersih yang
Diharapkan
Margin Kontribusi
dalam Satuan Persentase Penjualan
5. Kita juga dapat menghitung
titik impas dalam satuan unit dengan rumus:
Volume Impas Penjualan = Total Biaya Tetap
Harga Penjualan _ Biaya Variabel
Per Unit Per
Unit
MANAJEMEN KAS
Manajemen kas menyangkut usaha
meramalkan, mengumpulkan, mengeluarkan , menginvestasikan, dan merencanakan kas
yang diperlukan oleh perusahaan.
Langkah- langkah untuk
menciptakan manajemen kas yang efektif: (Zimmerer & Scaborough, 2008)
1. Memahami
siklus arus kas perusahaan.
Siklus arus kas
merupakan selisih waktu antara antara membayar barang atau bahan baku ke
pemasok dengan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Semakin lama siklus arus
kas, semakin besar kemungkinan wirausaha mengalami krisis kas.
2. Menganalisis
Siklus Arus Kas Perusahaan.
Wirausaha harus
mencari cara mengurangi jangka waktu siklus arus kas sehingga kas tersebut
dapat digunakan untuk membiayai pertumbuhan dan mengurangi biaya pinjaman.
Wirausaha juga perlu membuat
anggaran kas. Anggaran kas menunjukkan jumlah dan waktu penerimaan dan
pengeluaran kas secara harian, mingguan, atau bulanan.
Langkah- langkah membuat anggaran
kas :
1) Menentukan
saldo kas minimum yang memadai.
2) Memperkirakan
penjualan.
3) Memperkirakan
penerimaan kas.
4) Memperkirakan
pengeluaran kas.
5) Menentukan
saldo kas akhir bulan.
Ada tiga hal
penting dalam manajemen kas yang perlu dipahami oleh wirausaha, yaitu :
1. Piutang
dagang.
Pengendalian
piutang dagang mewajibkan wirausaha untuk menetapkan kebijakan kredit dan penagihan yang tegas dan
jelas, serta menyeleksi pelanggannya sebelum memberikan kredit kepada mereka.
Mengirimkan faktur dengan segera bertindak menangani piutang yang jatuh tempo
dengan cepat juga akan memperbaiki arus kas.
2. Utang
dagang.
Dalam mengelola
untang dagang, wirausaha biasanya berupaya menunda pembayaran selama mungkin
tanpa merusak citra perusahaan. Teknik lain yang biasanya juga digunakan adalah
memeriksa tagihan sebelum membayarnya, memanfaatkan diskon tunai, dan
menegosiasikan persyaratan kredit yang terbaik.
3. Persediaan.
Persediaan juga
perlu diperhatikan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan persediaan.
Kelebihan persediaan mengakibatkan tingkat pengembalian nihil dan mengikat
perusahaan juga mengalami krisi kas.
PERENCANAAN KEBUTUHAN MODAL
Modal adalah segala bentuk
kekayaan yang digunakan untuk memproduksi kekayaan yang lebih banyak lagi. Ada
tiga jenis modal, yaitu :
1) Modal
tetap.
Modal tetap
adalah modal yang diperlukan untuk membeli aset tetap, seperti bangunan, tanah,
perlengkapan, dan lain-lain.
2) Modal
kerja.
Modal kerja
adalah modal yang dibutuhkan untuk mendukung operasi perusaan dalam jangka
pendek.
3) Modal
pertumbuhan.
Modal yang
dibutuhkan untuk membiayai pertumbuhan atau perkembangan perusahaan kearah yang
baru.
MODAL EKUITAS DAN MODAL PINJAMAN
Modal ekuitas merupakan investasi
pribadi dari wirausaha. Kelebihan modal ekuitas adalah modal ini tidak harus
dibayar kembali seperti pada modal pinjaman. Kekurangannya adalah memberikan
beberapa, bahkan bagian besar kepemiliknya dalam perusahaan kepada orang-orang
luar.
Modal pinjman (utang) merupakan
pembiyaan yang di dapat dengan meminjam dan harrus di bayarkan kembali bersama
dengan bunganya.Kelebihan modal pinjaman menyebabkan wirausaha harus kehilangan
sebagian kepemilikanya dalam perusahaan.dan kekurangannya adalah wirauasaha
harus membayar pokok pinjaman a bunganya.
SUMBER MODAL EKUITAS
Sumber sumber modal ekuitas
terdiri dari ( zimmerer & scarborough,2008)
1. Tabungan pribadi
Merupakan sumber pendanaan yang paling
mudah tersedia untuk memulai bisnis baru
2. Teman atau anggota Keluarga
Investasi dari teman atau keluarga merupakan suatu sumber modal yang
baik dan cukup dapat mengantar usaha baru untuk menarik investor luar atau
perusahaan pemberi modal usaha.
3. Malaikat penolong(angel)
Merupakan orang orang kaya yang
mengivestasikan uangnya dalam permulaan usaha sebagai ganti hak kepemilikanya
dalam perusahaan.
4. Mitra
Sebelum membuat perjanjian kerjasama
wirausaha harus mempertimbangkan akibat dari member (anggota) atau mitra usaha
sebagian dari control pribadi atas
pengelolaan dan pembagian keuntungan dengan orang lain .
5. Modal Ventura Korporasi
Banyak perusahaan ambahan yang ikut membiayai perusahaan kecil.Dari
kerjasama ini ,pereusahaan bari berdiri tidak hanya mendapat tambahan modal
tetapi juga mendapat bantuan keahlian teknis,jalur distribusi,cara pemasaran,dan
juga kredibilitas.
6. Perusahaan modal ventura
Perusahaan modal ventura adalah organisasi
swata yang berorientasi laba yang memberikan sejumlah modal dan kemudian
digunakan untuk membeli posisi ekuitas dalam perusahaan baru tersebut yang di
yakini memiliki potensi pertumbuhan dan laba yang tinggi .
7. Penjualan saham ke public
Wirausaha juga dapat memeroleh tambahan
modal dengan cara menjual saham perusahaannya kepada masyarakat umum.
SUMBER PEMBIAYAAN HUTANG
Sumber sumber pembiyaan utang
terdiri dari:
1. Bank komersial
Merupakan sumber pendanaan jangka pendek
yang paling sering di gunakan wirausaha saat
jaminan tersedia .jaminan teersebut dapat berupa aset bisnis (
tanah,peralatan dan bangunan usaha)maupun dapat berupa aset pribadi (
rumah,mobil,tanah dll)
Ada beberapa jenis pinjaman
komersial,yaitu:
a. pinjaman berdasarkan piutang
piutang dapat menjadi dasar yang baik untuk pemberian pinjaman terutama
apabila pelanggan dapat di percaya dan pantas untuk menerima kredit komersial.
b. pinjaman berdasarkan
inventaris
inventasis sering menjadi dasar
untuk pemberian modal pinjaman terntaris yang terutama untuk inventaris yang
mudah di jual
c. pinjaman berdasarkan peralatan
peralatan dapat digunakan untuk mengamankan
pembiayaan yang yang berjangka panjang.
d. pinjaman berdasarkan real
estate
real estate sering di gunakan untuk
pembiayaan berbasis aset dan biasanya untuk pembiyaan aset tanah milik
perusahaan atau gedung tempat usaha
2.sumber
utang di luar bank
Beberapa jenis sumber hutang di luar bank
yaitu sebagai berikut:
a.
vendor financing.
Banyak perusahaan kecil yang meminjam modal
dari toko atau penyedia barang dalam bentuk kredit dagang
b.
equipment supplier
Banyak penjual peralatan mendrong pemilik usaha untuk membeli
pealatannya dengan menawarkan pembiayaan pembelian tersebut.
c.
perusahaan pendanaan komersial
perusahaan ini biasanya menawarkan pinjaman yang serupa dengan yang
di tawarkan pihak bank,namun mereka lebih cenderung mentoleransi resiko lebih
banyak dalam pinjaman mereka
d.
credit unions
merupakan koperasi pembiyaan yang tidak
berorientasi menncari untung yang mempromosikan tabungan dan menyediakan
tabungan bagi anggotanya.
e.
surat obligasi
dapat menolong perusahaan kecil untuk
mendapatkan modal,namun perusahaan harus mengikuti aturan yang sama yang
mengatur penjualan saham ke publik.
No comments:
Post a Comment